jump to navigation

Wawancara Bens Leo June 30, 2011

Posted by diyahputridaniati in Uncategories.
trackback

PROJECT BIOGRAPHY INTERVIEW

Wawancara ini merupakan salah satu tugas dari Writing Techniques Of  Non News yang merupakan salah satu mata kuliah jurusan broadcasting yang berada di Universits Mercu Buana. Mata kuliah ini mempelajari tentang penulisan naskah non berita, dan wawancaralah salah satunya. Mata kuliah ini diajar  oleh seorang dosen yang bernama Ibu Siti Nur Aisyiyah yang biasa disapa dengan panggilan Bu Ais. Bu Ais memberikan project untuk mewawancarai seorang  legend atau master atau fenomenal. Saya bingung sekali harus mewawancarai siapa, beberapa nama sudah saya ajukan ke pada Bu Ais untuk di wawancarai, tetapi nama – nama tersebut selalu di tolak oleh Ibu dengan alasan portfolio dari orang tersebutt kurang memenuhi syarat sebagai seorang Legend atau Master atau Fenomenal. Mulai dari Artis, Penyanyi sampai Ustadz pun sudah saya ajukan tapi di tolak. Beberapa teman – teman saya pun sudah saya hubungin untuk dimintai bantuan untuk mencari Link, namun, orang yang ingin diwawancarai selalu susah ditemui. Hingga pada akhirnya saya meminta bantuan kepada salah satu mantan pacarsaya.

Awalnya saya ragu untuk meminta bantuannya, karena saya takut nanti menjadi masalah dan menjadi berantem dengan pacar saya, namun ternyata tidak. setelah meminta izin akhirnya saya diperbolehkan untuk meminta bantuannya, dan tidak di sangka – sangka, selama 2 hari mencari – cari orang yang akan di wawancarai akhirnya berhasillah menemukan salah satu nama, yaitu Bapak Bens Leo. Selama proses menghubungi Bens Leo, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sangat cepat sekali. Hari itu juga Pak Bens mau membuat janji untuk di wawancarai pada minggu depan di rumahnya.

Satu minggupun berlalu, hari H untuk mewawancarai beliau pun telah tiba. Beliau meminta di wawancarai pada saat hari Rabu jam 13.00, dimana pada jam itu saya sedang ada kelas. Akhirnya saya korbankanlah kelas Feature Dokumenter demi mewawancarai beliau.

Saya pergi mewawancarai beliau bersama dengan mantan pacar saya, dan saya sangat berharap setelah kejadian ini tidak ada pertengkaran. Setelah satu jam perjalanan, akhirnya saya menemukan rumah Pak Bens walaupun sempat nyasar mencari di rumahnya. Dan akhirnya kami sampai sana pun dengan waktu yang on time, tepat pada pukul 13.00.

This slideshow requires JavaScript.

Ketika di rumahnya, kami berbincang – bincang banyak tentang pengalamannya dan kehidupan karirnya, dan tidak lupa juga untuk memberikan 5 pertanyaan yang diqajibkan oleh Bu Ais. Untuk keseluruhan total pertanyaan, saya memiliki 15 pertanyaan yang diajukan kepada Pak Bens.

Dan inilah 15 pertanyaan tersebut :

15 Daftar Pertanyaan Wawancara

  1. Bagaimana sih pak awal mula perjalanan kariernya sampai bisa terkenal seperti ini.?

“Saya pernah menjadi wartawan music pertama kali itu adalah KoesPlus bersaudara di H. Nawi, Koran pertama itu tentang sport dan film. Saya juga pernah menulis majalah Aktuil di Bandung, dan akhirnya pada tahun 1973 saya ditarik menjadi wartawan Aktuil. Pada tahun 1976 itu pertama kali festival lagu upon 1976, yang pertama lagu yang diaransemen oleh Idris Sardi, penyanyi Grace Simon, setelah itu banyak menulis tentang music. Pernah menjadi redaktur music budaya di majalah Gadis, dan di Majalah Anita”.

2.   Menurut bapak bagaimana perkembangan musik jaman sekarang ini.?

“Cukup bagus, karena banyak penyanyi baru, cuma sayang,  mulai 4 tahun terakhir ini musik di Indonesia lebih bekennya dengan RBT (Ring Back Tone), yaitu musik yang hanya di dengar dari Handphone, yang belum tentu membeli, belum tentu mau menonton,  yang menyebabkan menjadi penurunan apresiasi musik di Indonesia. Sekitar 4 sampai 5 tahunan yang lalu, band-band seperti Peter Pan, Jamrud dan yang band-band yang lainnya pada masa-masa kejayaannya dulu tuh tingkat penjualan albumnya masih tinggi, karena belum banyak beredar tentang RBT”.

3.   Menurut bapak, lagu yang seperti apa sih yang patut dibilang bagus.?

“Menurut saya bagus itu relatif, menurut pendapat saya yang paling penting itu adalah music yang bisa diapresiasi dalam artian yang enak  di tonton kemudian enak di dengar dan nyaman kalau dimainkan, membuat orang lain menikmati musik yang bagus. Kalau kita lihat di industry yang sekarang ini, jadi kualisifikasinya berkurang.

Musik yang bagus menurut saya itu adalah musik yang punya klasifikasi, dalam artian orang bisa menikmati di panggung dan dengan kualitas yang bagus. Biasanya music-musik yang kaya gini yang jarang ditemui di acara-acara yang menampilkan kekayaan industry rekaman, jadi di inbox, di dering, di dahsyat itu pasti jarang ditemui”.

4.    Bagaimana pendapat Bapak mengenai music Indie di Indonesia?

“Banyak band-band yang bagus dari suatu label akhirnya keluar juga dari label tersebut, seperti Gigi, Slank keluar dari labelnya yang lama, dan akhirnya bikin label sendiri. Karena  harus diturutin, yang membuat mereka merasa tidak betah, lalu memilih keluar dari label, seperti halnya Gigi, dia keluar dan merasa lebih bebas.

Band-band indie itu band-band yang unik karena tidak harus mengikuti pasar, karakter musiknya juga beda-beda. Band indie juga memiliki kebebasan berekspresi, karena semangat independentnya tidak dientertaint doang itu kuat sekali. Jadi meskipun band indie masuk ke Sony Music, itu tetap spirit tingginya masih ada.

Band indie yang kuat sekali menurut saya itu Endah n Resa, Efek Rumah Kaca. Di Aquarius juga mempunyai band-band indie seperti Tipe-x”.

5.   Gimana nih Pak menurut Bapak tentang tentang musisi-musisi yang sedang tersandung masalah yang sedang mengalami masa tahanannya di penjara?

“Sayang sekali ya, seharusnya ini sesuatu yang tidak harus terjadi. Awalnya meraka kan berjuang dari sangat bawah, tiba-tiba setelah mereka mendapatkan popularitas langsung jatuh. Seperti Andhika Kangen Band, semua orangkan kaget kan, kalo Yoyo Padi, katanyakan dia sudah make selama 10tahun tetapi orang gak tahu, lalu Faris RM, kalau Sammy saya pernah 3 kali menengok dia di Salemba Jakarta, ternyata proses kreatifnya ada di sana, jadi selama di tahanan itu dia sempat nulis lagu  sebanyak 30 lagu, waktu dia masuk penjara itu lagu-lagu di aransement ulang sama dia, kemudian ditambah lagu-lagu yang lain.  Sekarang ini Sammy sedang rekaman, jadi kesembuhan dia dari narkoba, hendaknya juga diikuiti dengan kesadaran dia untuk kreatif, jadi tidak berenti sampe dia putus asa dan tidak bisa ngapa-ngapain. Jadi itulah yang saya lihat tentang musisi-musisi yang terkena narkoba, kalau dia sempat masuk hendaknya dia harus tobat, kemudian dia harus berkreasi lagi.

Contohnya Slank, dia sempat terpuruk sekali sampai dia bangkit lagi, itu adalah salah satu contoh betapa pentingnya kreatifitas. Jadi harapannya jangan sampai terkena narkoba, karena harapannya sangat sedikit yang bisa pulih, jadi kemudian proses kreatifnya berjalan kembali”.

6.   Dalam menciptakan lagu darimana sih pak inspirasi bapak dalam mencipatakan lagu-lagu tersebut.?

“Waktu saya menulis lagu yang untuk Bali, Bali itu jadi pulau yang harusnya menjadi pulau persaudaraan, jadi turis asing, dan orang-orang yang masuk ke Bali, memiliki suasana yang cinta damai, karena Bali itu terbuka untuk siapa saja. Dalam lagu yang saya ciptakan yang Pertama,  itu berceritakan tentang keinginan agar pulau Bali kembali menjadi pulau yang pusat  cinta damai, karena sebelumnyakan sempat terjadi bom.

Yang ke-dua itu yang albumnya Krisna (musisi asal dari Bali) yang di labeli oleh Nagaswara, itu semua musisi asalnya dari Bali, yang dari luar Bali itu cuma saya, karena saya Produsernya dan pencipta lagu tersebut, covernya yang bikin orang Bali, dan musisinya Bali semua, penyanyinya juga asalnya dari Bali, gitarisnya namanya Krisna yang berasal dari Tabanan yang juga merupakan muridnya Balawan. Permainannya Krisna sangat bagus sekali, pada saat saya temukan pertama kali umurnya baru 10tahun, dan saat album pertama ini umurnya baru 15tahun. Solo albumnya Krisna ada lima lagu permainan gitarnya Krisna, kemuadian lagu yang lain dibawakan oleh penyayi-penyanyi yang berbeda. Penyanyinya itu antara lain ada Sute (AFI), jadi Sute itu menyanyikan lagu-lagu karyanya Sute dan karyanya Iwan yang dimainkan sama Krisna, selain itu juga ada cewenya 2 orang, lalu juga ada rapper-rapper dari Bali.

Album pertamanya Krisna pemasarannya di Bali sangat luar biasa sekali, karena dia dianggap sebagai musisi muda yang sangat berbakat sekali”.

7.   Influence bapak untuk menciptakan sebuah lagu berasal dari mana sih pak.?

“Dalam menciptakan sebuah lagu itu macam-macam, kawan-kawan musisikan macam-macam tuh asalnya saat menciptakan lagu. Saat saya menciptakan lagu yang tentang perdamaian di Bali itu karena, Bali sempat pernah terguncang, karena Bali itu adalah pulau di seluruh dunia yang paling aman pulaunya itu adalah Bali, jadi waktu kena bom, pada saat itulah terjadi bencana yang besar menurut pendapat saya, jadi kebersamaanpun menjadi kurang, jadi pada akhirnya terjadilah penurunan turis di Bali, tema seperti itulah yang menjadi inspirasi. Teman-teman musisi yang lainnyapun juga sama, kebanyakan mereka mendapat inspirasi dari lingkungannya. Contohnya Slank saat membuat lagu tentang anggota DPR, dia melihat anggota DPR yang seperti itu. Kemudian Iwan Fals membuat lagu tentang kritik sosial, biasanya si kecenderungannya untuk tema-tema kritik social itu dari masyarakat-masyarakat social yang menjadi inspirasi. Kalo untuk lagu saya yang “Pilar Harmony” itu saya tulis bersama Solid 80. Solid 80 itu adalah band yang popular pada tahun 80an, yang berasal dari fakultas hukum UI, itu ada di album Suara Persaudaraan, lagu-lagu itu berceritakan tentang perdamaian, jadi keinginan agar manusia itu punya Harmoni kebersamaan. Suara Persaudaraan itu adalah rekaman yang didedikasikan album penjualannya itu diberikan untuk orang-orang yang sedang menjalani pusat rehabilitasi narkoba, kemudian sebagia lagi untuk para mahasiswa yang kebetulan tidak bisa menyelesaikan studi akhirnya. Jadi bagi mahasiswa yang skripsinya terhambat karena masalah dana, skripsinya akan disponsori oleh Suara Persaudaraan. Jadi Suara Persaudaraan ini adalah rekaman yang didukung oleh lebih dari 70 artis, mereka ini rekaman tanpa dibayar, kemudian albumnya diedarkan oleh Aquarius yang menjadi proyek social”.

   8.    Bagaimana pemahaman bapak tentang arti dari sebuah ide.?

“Ide itukan gagasan, gagasan merupakan inspirasi untuk menciptakan lagu, tulisan dan lain-lain. Ide datang tidak secara tiba-tiba, biasanya didukung dan diawali dengan keinginan.

Contohnya, latar belakang wartawan lewat tulisan, muncul sama lawan bicara, jadi ide dating sama orang yang diajak bicara”.

 

   9.    Menurut bapak bagaimana sih ide-ide bermusik di Indonesia (ide bermusik seperti apa yang seharusnya ada di dunia musik yang ada di Indonesia)..??

“Teman-teman di Indonesia disebut music krreatif, di Indonesia seniman kelas 1 menirukan kualitas yang sama, kalau ditunjang pada pendidikan yang bagus, pasti akan bagus. Bandingkan bila
D-masiv, Nidji, dibandingkan dengan Kangen Band, pasti berbeda, apa lagi kalau di liat dari skill bermusiknya mereka.
Keragaman melahirkan kualitas music yang berbeda, meski ada komersil. D-masive masuk industry rekaman, skillnya menjadi lebih bagus.
Kekayaan yang sangat dikenali music di Indonesia kualitasnya bagus.

Contohnya, Shandy Sandoro, Dira Sugandi, kalau Musisi itu contohnya seperti Erwin Gutawa, Andi Riyanto”.

 

   10. Bagaimana pemahaman bapak tentang arti dari konsep.?

“Sebelum melalui suatu proses pendalaman sebuah tema dirancang atau rancangan.
Contohnya, outline skripsi, kalau dimusik contohnya, music apa sih yang ingin dibuat.. Sebelumnya pasti membentuk suatu konsep, dan dibikin demo tape, lalu dikirim ke produser, hingga akhirnya di aplikasikan.

Seperti halnya Tina Toon, dia datang bersama Ibunya ke rumah saya, dengan membawa konsep lagunya yang berlirik mandarin. Konsep lagunya lagu mandarin, tetapi hasilnya oriental, karena saya melihat  pasar atau khalayak di Indonesia”.

   11. Bagaimana cara atau strategi anda untuk mewujudkan ide dan konsep di dalam setiap karya.?

Sosialisasi sama orang lain untuk mewujudkan ide,  contohnya, ketika saya ingin membuat rekaman album, akhirnya kan saya akan menghubungi penata musiknya, lalu label rekaman, label rekaman akan menghubungi distributor, karena ada label rekaman yang memakai distributor lain dan itulah cara mewujudkan konsep, kalau kita tidak mampu untuk bekerja sama dengan orang-orang yang kira-kira bisa mewujudkan gagasan itu, maka gak akan jadilah lagu rekaman itu. Yang paling penting itu ternyata adalah sosialisasi. Jadi seperti hari ini kita kenalan, suatu saat ada anak dari Mercu Buana perlu sama saya, nanti akan saya bantu.

Contoh misalnya saya ada lagu baru, lagunya akan diapakan itu, kemungkinan saya bisa bantu kalau lagu itu cocok dari sisinya saya, dan sudah mengerti arahnya kemana dan kemudian bisa diwujudkan dalam bentuk lagu. Itulah pentingnya sosialisasi, jika kita kenal seseorang, maka kita mewujudkan gagasan kita, karena itulah ujung-ujungnya adalah “perkenalan” itulah yang akhirnya bisa mewujudkan gagasan”.

 

   12. Bagaimana menurut bapak, bahwa ukuran suatu ide dan konsep itu dianggap bernilai baik jika dilihat dari idealisme dan bisnis.?

“ Kalau sebuah karya yang sudah wujud, kemudian diapresiasi masyarakat, dalam bentuk-bentuk yang real, misalnya artis itu kemudian dikenal melalui karya kita, atau melalui pembinaan kita, kemudian setelah dikenal itu menjadi profesi mereka yang baik, kemudian artisnya gak berenti hanya di 1, 2 album rekaman, kalau menurut pendapat saya itu adalah keharusan dari sebuah kegiatan yang sifatnya berprofesi, jadi harus berkelanjutan, itu yang harus dilakukan.

Contohnya saya sudah menggarap 8 album, yang tersisa masih 1 album, 1 album ini termasuk  yang paling berat, dalam artian sudah hampir 1 tahun ini belum selesai, belum dapat label rekaman, kalau menurut pendapat saya, industry rekaman kita memang sedang mengalami masa-masa yang berat, dari sisi penjualan, karena, kalau  beredar saja menjadi kurang menarik kalau tidak ada komusi (komunitas musisi).

Endah n Resa ternyata hanya dari manggung saja dia cukup bisa hidup, cukup  popular, album pertamanya terjual hingga 18.000. Endah n Resa sebagai contoh yang menarik bagi kehidupan indie yang kuat sekali, apa lagi mereka hanya berdua, mereka menciptakan lagu sendiri, dan ditambah krunya paling banter 2 orang. Jadi honornya dibagi empat, apa lagi mereka suami istri, bandingkan, kalau sebuah band personilnya 4 orang atau 5 orang, ditambah krunya, maka bisa sampai 12 orang, maka band itu akan kerepotan sekali untuk membagi honornya. Dan inilah yang disebut dengan manajemen yang cukup baik dan itu berhasil, saya kira itu yang harus kita kejar kalau industry music yang sedang kurang sehat seperti sekarang”.

  13. Dalam mengkritik musik-musik Indonesia, biasanya darimana sih pak ide-ide bapak muncul dalam mengkritik musik.??

“Kalau saya biasanya harus mendengar dulu karya itu, kemudian melihat prospectnya kedepan, dan biasanya yang saya rekam itu yang harus ada sesuatu yang beda dengan yang dipasar. Misalnya kaya Tina Toon, dia itukan dulu dikenal sebagai anak kecil, kemudian dia menulis lagu mandarn sendiri, jadi saya anggap itu yang beda, dan ternyata dia berhasilkan, paling tidak nama Tina Toon ada lagi sekarang. Dulu Tina Toon dikenal sebagai penyanyi cilik, sekarang sudah muncul lagi dengan penampilan yang berbeda juga. Krisna juga, dia sangat popular sekali di Bali, selain itu juga Marsha, dia adalah anak SMA yang cukup berbakat dalam bermusik, dan disekolahnya dia sering memenangkan penghargaan tentang music, dan dia juga mencoba menulis lagu sendiri”.

 

   14. Bagaimana pendapat anda tentang dunia ide di dalam industri kreatif (dunia penciptaan) di Indonesia.?

“Cukup bagus, terutama di kawasan yang memang banyak senimannya. Kreatif itukan identik satu diantaranya adalah seniman. Meskipun bukan senimanpunpun orang juga bisa kreatif, misalnya dalam menulis, tetapi umumnya wujud dari kreatifitas seorang seniman itu secara fisik sering kali ada, dan itu tempat yang paling cukup menonjol di Bali.
Rumah saya ini yang unik adalah ide-ide kreatif itu dari segala macam daerah. Seperti ada yang dari Kalimantan, Jepara, Madura, Bali”.

 

15.  Sebagai pengamat musik di Indonesia nih pak, apa sih pak harapan-harapan bapak tentang musik Indonesia ke depannya nanti.?

“Harapannya pasti yang positif :

  1. Dalam pengertian industrinya bagus, bisa menghidupi musiknya dengan baik, kemudian

  2. Jangan sekedar memanfaatkan popularitas, dalam pengertian lagu-lagunya hanya yang komersil saja, tapi popularitas juga harus diperhatikan. 3.

  3.  Lindungi karya cipta dalam bentuk-bentuk yang sah diakui pemerintah dan dalam undang-undang hak cipta lagu harus diperhatikan.

  4.  Yang tidak kalah penting adalah musisi Indonesia hendaknya bisa menjauhi narkoba, karena ini sangat berbahaya. Kita bisa bayangin orang yang berjuang dari sangat bawah, tiba-tiba ketika dia mendapatkan popularitas, tiba-tiba langsung jatuh karena narkoba”.

*Wawancara pada hari Rabu, 06 April 2011 di kediaman Bens Leo di Cirendeu*

About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: